Manusia dan Peradaban

Manusia ialah ciptaan Allah yang menjadi khalifah di muka bumi. Di dalam tubuhnya memiliki banyak sendi yang ditujukan agar dapat banyak bergerak dan melakukan perjalanan. Dengan itu, ia akan mendapatkan pengalaman khusus, wawasan yang lebih luas dan menjadi istimewa. Tingkat kompetensi seseorang akan meningkat.

Manusia diberi anugerah oleh Allah, yakni mimpi dan harapan. Itu akan menjadi sebuah energi dalam kehidupan untuk menggapainya. Peradaban (kolektif) akan terbentuk jikalau setiap manusia ialah merdeka dan mengesakan Allah. Pemuda menjadi aktornya, yang berpikir hal besar tanpa mengabaikan hal kecil.

Bersyukurlah kita yang saat ini disibukkan dengan urusan umat. Tiada waktu yang kosong dan sia-sia. Masa di saat muda, hanya sebentar, dan takkan kembali. Menjadi saleh secara utuh, bukan terdikotomi antara saleh secara ritual atau sosial.

Iringi ucapan dengan tindakan. Islam bukan hanya sekadar lisan, tetapi tindakan dan perbuatan nyata. Mari berijtihad, menjemput takdir, berdoa serta berikhtiar menuju Indonesia merdeka yang hakiki.

“Sibukkan diri dengan urusan publik, maka kamu akan jaya!” Pak Syarief, Mei 2018

Fajar Subhi
Universitas Negeri Jakarta
DKI Jakarta

———————————
#IjtihadTeknologi
#RapatDanLurus
#ExtraMiles
#KebaikanYangMengalir
#CatatanSangMujtahid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *