Kisah Perjuangan di Negeri Insulinde

Aku ingin menceritakan sebuah kisah
Kisah tentang sekelompok pemuda yang sedang mencari jati dirinya demi membangun kembali negerinya yang dilanda masalah yang tak kunjung usai
Dibantu dengan pendahulu mereka yang telah gagal, dan sekarang pesimis untuk berjuang lagi, lalu menyerahkan misi pembaruan kepada penerusnya, yaitu pemuda-pemuda itu
Beginilah kisanhnya…

Mereka sekolompok pemuda dari berbagai daerah, berasal dari berbagai macam suku dan budaya, dan segala watak dasar mereka. Takdir mempertemukan mereka disebuah tempat yang menjadi awal dari perjuangan mereka. Sebuah tempat dimana matahari malu menampakkan dirinya, dan langit seringkali tidak biru, menyatu dengan dinginnya malam dan siang. Dengan amunisi seadanya, tas-tas besar menjadi penyangga hidup mereka, membawa mereka jauh berjalan di atas tanah Sang Pencipta.

Mereka melakukan perjalanan mencari jawaban atas masalah negeri mereka, dipandu pendahulu, menemukan teka-teki hidup yang mustahil terpecahkan. Siang terik gunung-gunung didaki, malam bertarung dengan dingin yang menusuk kulit, mengerinkan bibir. Asap tipis keluar ditiap hembusan an nafas mereka. Demi mencari potongan-potongan jawaban untuk negeri tercinta.

Pendahulu mereka memberikan nasehat-nasehat terbaik agar terus melanjutkan perjalanan panjang itu. Bintang-bintang jadi saksi perjuangan mereka. Sedikit demi sedikit jawaban itu mulai terkuak. Mereka mulai menciptakan alat-alat canggih, menembus batas nalar, menggunakan segala yang mereka punya untuk menyelesaikannya. Dan pada akhirnya, mereka sampai di akhir jalan. Dan ternyata….
Jawaban yang mereka dapatkan tidak berguna untuk negeri mereka. Karena ternyata jawaban dari masalah negara mereka adalah rakyat mereka sendiri. Ya, rakyat yang sudah tidak percaya pada perubahan. Bahkan pendahulu mereka, menyerah dan pergi meninggalkan mereka karena yakin bahwa mereka tidak akan bisa merubah negeri itu.

Namun, sekelompok pemuda itu tak tinggal diam, mereka tak rela jika pengorbanan mereka selama ini disia-siakan karena ketidakpercayaan. Karena itu, saat mereka kembali, mereka berusaha menunjukkan keseriusan mereka untuk menyelesaikan masalah negeri itu. Akhirnya, rakyat negeri itu mencoba mempercayai mereka dengan syarat, mereka harus bisa melewati rintangan-rintangan yang sudah disiapkan untuk menguji mereka, apakah mereka sebenar-benar pejuang, atau sebaliknya…, pecundang.
Sekelompok pemuda itu menerimanya.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, semua rakyat negeri itu berkumpul untuk melihat janji pemuda-pemuda itu. rakyat negeri itu meminta mereka untuk berjalan di atas udara, mengalirkan air dari bawah ke atas, membuat lapangan hijau tidak hijau lagi, dan menggantungkan identitas mereka sejauh pohon tertinggi di negeri itu. Menghadapi tantangan yang tak masuk akal itu, mereka tetap berjuang sepenuh jiwa, walaupun rakyat terus mencemooh mereka, melempari mereka dengan air tanah, mereka terus berjuang. Di puncak, mereka terus berusaha berkali-kali untuk menggantungkan identitas mereka di pucuk pohon tertinggi, dan hasilnya…
Mereka gagal…
yaah, mereka gagal, namun ada hal menarik yang terjadi di sekitar mereka. Walaupun mereka gagal, rakat negeri itu berubah pikiran, mereka terketuk hatinya melihat perjuangan sekelompok pemuda itu, hingga akhirnya mereka berjanji untuk sekarang. Berjuang habis-habisan dengan seluruh manusia yang ada di negeri itu, memanfaatkan bumi dan langit Tuhan, demi kebaikan di masa depan.
Aha… kegagalan ini mereka jadikan hikmah untuk hidup mereka.

Begitulah sedikit cerita tentang sekelompok pemuda itu, dan.. oh yaa
Di buku perjalanan mereka tertulis sebuah tulisan “LMD N 193”
Dan maukah kamu kuberi tahukan sebuah rahasia?
Rahasia itu adalah…
Bahwa aku salah satu bagian dari sekelompok pemuda itu.

Hadi Mulki Siregar
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jawa Timur

———————————
#IjtihadTeknologi
#RapatDanLurus
#ExtraMiles
#KebaikanYangMengalir
#CatatanSangMujtahid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *