Aku dan “?”

 

Tahukah kau pemuda negeri yang diujung sana, yang tampak dengan gugusan pulau nya yg indah dan hamparan laut yg eksotis penuh dengan rayuan indah nan romantis?

Tahukah kau pemuda, negeri yang ada diujung sana, sebuah negeri yang tak ada kata yang mampu menggambarkan nya kecuali “surga”?

Tahukah kau pemuda, negeri yang ada diujung sana, sebuah negeri yang katanya tongkat dan batu bisa jadi tanaman?

Tahukah kau pemuda negeri apa itu?

Itu adalah negeri Insulinde, sebuah negeri yang menjadi lambang peradaban

Tapi apakah kau percaya dengan narasi diatas? Apa kau hanya tertipu dengan kata-kata yang indah seakan tak ada cacatnya sebuah negeri itu?

Pemuda negeri itu sedang menjerit, menangis, tertindas dan terjajah, maka kembali lah, bebas kan ia hingga menjadi negeri yg MERDEKA, berikan haknya hingga gelar Negeri PERADABAN melekat padanya.

Oh ia, kalian pemuda Fatih bukan, maaf aku tak tau siapa kalian sebelumnya, katanya kalian adalah penggagas PERADABAN yang dikirim dari seluruh pelosok negeri ini, yang akan bersiap untuk melakukan sebuah perubahan. Benar kah kalian pemuda Fatih yang dikirim kan Sang Khalik?

Atau hanya pemuda yg bergelar Muda namun semangat senja, atau mungkin hanya pemuda buta yg apatis terhadap negeri ini.

Maaf bukan tak percaya, namun negeri ini sudah lama berada dibawah tapak penjajah, hingga terlalu sakit untuk menunggu lama. Dan terlalu perih untuk menunggu harapan semu

Tapi, kali ini kami percaya bahwa 100 pemuda Fatih akan menjadi pelita diantara larutnya penderitaan dan kelamnya penjajahan.

Maka bersiaplah kami akan menunggu kalian, menunggu hingga negeri ini benar-benar MERDEKA dan menjadi Corong PERADABAN

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Arifin Marbun
Universitas Negeri Medan
Sumatera Utara

———————————
#IjtihadTeknologi
#RapatDanLurus
#ExtraMiles
#KebaikanYangMengalir
#CatatanSangMujtahid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *